<![CDATA[NAS Consulting & Research | Konsultan riset, survey, dan startup di Jakarta - Blog & Coffee]]>Sat, 26 Sep 2020 18:44:24 +0700Weebly<![CDATA[Virtual Team Building, Strategi Menjaga Semangat Tim di Era New Normal]]>Mon, 21 Sep 2020 07:16:13 GMThttps://ptnas.id/blog/virtual-team-building-strategi-menjaga-semangat-tim-di-era-new-normalMenjaga semangat team di kondisi seperti saat ini tidaklah mudah. Terlebih perusahaan menghadapi dilema di masa sulit ini, diantara mengurangi atau mempertahankan karyawan yang ada. Jika salah dalam menentukan langkah, bisa jadi bukan untung yang diperoleh tetapi malah perusahaan bisa saja mengalami kerugian ganda.
Sebuah team yang kompak memang menjadi harapan semua pihak. Setidaknya ada 5 hal yang membuat perusahaan membutuhkan team yang kompak: (1) Bisa meningkatkan efisiensi kerja; (2) Mampu menciptakan banyak ide kreatif, sehingga perusahaan akan selalu produktif;  (3) Mampu membagi tugas dengan baik sehingga bisa meringankan beban kerja secara keseluruhan; (4) Bisa berbagi energi positif dengan rekan satu team sehingga target-target yang diharapkan manajemen bisa tercapai; (5) Team yang kompak secara terus-menerus pada akhirnya dapat menjadi culture yang baik untuk menjaga semangat perusahaan, terutama disaat kondisi turbulensi seperti sekarang ini.

Untuk menjaga team tetap kompak bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya: melakukan kegiatan bersama-sama, misalnya makan atau nonton bareng; membuat permainan atau aktivitas yang bisa melibatkan semua team, misalnya acara perlombaan atau kompetisi; bisa juga membuat kegiatan luar ruang untuk memperkuat kekompakan dan kebersamaan, seperti gathering atau team building. Tetapi sayangnya hal-hal tersebut menjadi sulit dilakukan pada kondisi pandemi Covid-19.
Lantas apakah kita harus pasrah melihat semangat team terus menurun? Bagaimana cara membuat sebuah team tetap kompak di Era New Normal? 

Adalah NAS Consulting & Research, sebuah perusahaan layanan yang fokus memberikan pendampingan kepada banyak perusahaan yang saat ini mengalami kesulitan dalam membangun dan menjaga semangat teamnya. Dengan kemampuan dan pengalaman dalam banyak kegiatan team building yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, NAS sukses memberikan dukungan kepada banyak perusahaan melalui experiential learning dan team building dalam membangun dan mempertahankan team yang kompak.
Salah satu inovasi yang dilakukan NAS untuk menghadapi kondisi pandemi Covid-19 dan menyambut Era New Normal adalah dengan membuat kegiatan virtual team building.  Mungkin ada yang bertanya, kegiatan apakah itu? Virtual team building adalah kegiatan team building yang dilakukan secara virtual, dimana para pesertanya mengikuti acara dari kediaman mereka masing-masing menggunakan teknologi video conferencing system, seperti: Zoom Cloud Meeting, Microsoft Teams, ataupun Cisco WebEx. 

Virtual team building menjadi salah satu alternatif solusi bagi perusahaan terutama apabila perusahaan baru saja melakukan langkah yang dianggap tidak populer oleh karyawan, seperti: unpaid leave (dirumahkan tanpa digaji), pensiun dini, atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk menjaga motivasi para karyawan yang masih aktif untuk tetap mempertahankan kinerja mereka.

Melalui kegiatan virtual team building yang dirancang secara khusus, dapat meninggalkan suatu yang berkesan bagi para karyawan. Beberapa kesan positif yang biasanya timbul setelah acara, adalah: 
(1) Karyawan merasa diapresiasi sehingga akan semakin loyal kepada perusahaan; (2) Karyawan merasa diberikan ruang untuk berekspresi dan berinovasi, sehingga dapat berusaha maksimal dalam melakukan pekerjaannya; (3) Karyawan merasa mendapat dukungan dan kepercayaan dari Perusahaan, dan (4) Mempererat hubungan antara manajemen dengan karyawan, melalui permainan-permainan yang sudah disesuaikan dengan visi, misi, dan value perusahaan.
Kegiatan ini terlihat sederhana dan mudah dilakukan secara mandiri atau berpikir cukup dengan menyewa layanan team building yang umum ditemui di tempat-tempat wisata. Namun dalam keadaan serba terbatas seperti sekarang ini, sebaiknya perlu berhati-hati, karena apabila kita salah dalam pelaksanaanya maka yang terjadi adalah sebaliknya, kita hanya akan membuang-buang uang tanpa memperoleh hasil yang optimal. Karena itu pilihlah perusahaan yang memang memiliki kompetensi dan berpengalaman dalam pelaksanaan virtual team building.

Jadi jangan tunda kesempatan Anda untuk mengadakan virtual team building, karena saat inilah waktu yang tepat untuk membangun dan menjaga team supaya tetap kompak. Di saat kondisi ekonomi sedang tidak kondusif, cara terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah memperkuat team yang ada, sehingga pada saat ekonomi pulih dan kondisi kembali normal, maka team yang kompak akan selangkah lebih maju menuju kinerja yang terbaik untuk perusahaan.
]]>
<![CDATA[Data Based Research, Sarana Efektif bagi Perusahaan Mengembangkan Bisnis Berdasarkan Potensi Pasar]]>Mon, 21 Sep 2020 06:57:06 GMThttps://ptnas.id/blog/data-based-research-sarana-efektif-bagi-perusahaan-mengembangkan-bisnis-berdasarkan-potensi-pasar
Siapa tidak kenal perusahaan sekelas GOJEK yang sukses dengan aplikasi transportasinya. Dan tentunya anda juga tahu BANK MANDIRI, sekalipun berbeda core-business-nya, namun satu hal yang bisa kita ambil benang merahnya dari kedua perusahaan ini adalah bahwa mereka telah memanfaatkan Big Data untuk kelangsungan bisnis yang mereka jalankan. 

Bicara soal Big Data, saat ini bisa dikatakan kondisinya berbeda dengan masa sebelum Era Industri 4.0. Dimana saat ini pelaku bisnis semakin concern terkait keberadaan datanya. Itulah yang mendasari pada akhirnya semakin banyak pelaku bisnis yang mencoba mengoptimaliasi sistem operasionalnya dengan hasil analisis yang berasal dari Big data.

Sekadar memberikan contoh perspektif bisnis terkait Big Data.  Maka kita akan menemukan istilah yang disebut Analisis berbasis Big Data. Secara bisnis, penggunaan Analisis berbasis Big Data salah satunya untuk mengungkap pola tersembunyi serta kaitannya yang menyangkut soal bisnis. Dimana hal itu menjadi sangat penting mengingat saat ini sedang terjadi kondisi tidak biasa akibat dampak Covid-19. Sehingga memerlukan strategi bisnis yang tidak biasa juga untuk dijalankan suatu perusahaan.

Ambil contoh apa yang disampaikan oleh Rogers Communications, perusahaan yang cukup terkenal di Kanada. Saat ini Rogers adalah perusahaan yang berfokus dalam bidang komunikasi dan media massa. Core-business-nya terdiri dari beberapa bidang, seperti: komunikasi  nirkabel, televisi kabel, telepon, dan konektivitas internet. 

Ada hal menarik yang dikemukakan oleh Rogers bahwa Analisis berbasis Big Data telah membantu mereka dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan mempertahankan eksistensi serta dominasinya dalam sektor media dan telekomunikasi di Kanada.  Inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah Analisis berbasis Big Data menjadi suatu yang penting, terutama dalam Era New Normal.

PROSES MEMPEROLEH DAN ANALISIS DATA UNTUK PENGEMBANGAN BISNIS
SUMBER: American Institutes for Research

Bicara soal Big Data, banyak dibahas bagaimana perusahaan besar mampu mempertahankan eksistensinya dengan penggunaan metode tersebut. Namun satu hal yang perlu kita ingat bahwa tidak semua perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memperoleh Big Data dan menjadikannya efektif.
Di luar kondisi  tersebut, sejatinya untuk menghasilkan sebuah analisis data yang cukup komprehensif, setiap perusahaan tidak harus melakukannya sendiri. Dapat pula dengan meminta bantuan perusahaan yang khusus bergerak di bidang riset, salah satunya adalah NAS Consulting & Research.  

Dengan kemampuan dan kehandalannya dalam melakukan metode riset, seperti: Desk  Study & Analysis, Quantitative Survey, dan Qualitative Survey, NAS dapat dijadikan mitra kerja yang cukup fleksibel dalam hal yang berhubungan dengan memperoleh data dan analisis data.  
Lebih lanjut tentang layanan yang bisa dilakukan oleh NAS terkait memperoleh data dan analisis data bagi perusahaan, diantaranya: (1) Online & offline research, statistic study, hingga data analysis untuk yang terkait dengan desk study & analysis. 

Sementara untuk quantitative dan qualitative survey, NAS dapat melayani permintaan random/intercept survey, predefined survey, focus group discussion, serta in-depth interview. (2) Dari hasil survey yang didapat, kemudian akan dibuatkan analisis yang bisa disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan klien. Itulah yang membedakan konsep kerja yang diberikan oleh NAS Consulting & Research dengan perusahaan lainnya.

Orientasi pada keberhasilan dan selalu mengedepankan target yang  ingin dicapai oleh klien. Itulah poin plus yang selalu menjadi perhatian untuk NAS dalam perannya menjadi mitra kerja para pelaku bisnis. Hal itu telah dilakukan jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Sehingga pada saat Era New Normal ini, NAS memiliki keunggulan karena sudah berpengalaman dalam memberikan layanan yang berhubungan dengan riset dan analisis data.

Karena sebenarnya tujuan utama dari analisis data, baik yang diperoleh melalui Big Data ataupun Survey adalah sama, yaitu: untuk meningkatkan tingkat kepercayaan perusahaan dalam pengambilan suatu keputusan atau kebijakan. Dimana kesimpulan yang diputuskan oleh suatu  perusahaan sebaiknya didasarkan pada hasil analisis data yang berdasarkan  riset.

Dalam melakukan sebuah transformasi bisnis, penting untuk memperhatikan kondisi yang terjadi disekitarnya. Jika saat ini banyak perusahaan fokus dalam mengembangkan Analisis berbasis Big Data, sebenarnya ada 3 hal penting yang mendasarinya: (1) Aktivitas tersebut dapat secara signifikan mengurangi biaya, (2) Aktivitas tersebut  dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan strategi bisnis, (3) Aktivitas tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan bisnis yang ada di dalam perusahaan.

Yang pasti saat ini, ketika kondisi ekonomi makro sedang kurang baik, termasuk kinerja perusahaan yang sedang mengalami tren penurunan.  Satu hal yang bisa dipertimbangkan oleh pelaku bisnis atau manajemen perusahaan adalah dengan melakukan riset yang komprehensif.  Karena dari hasil analisis data itulah perusahaan akan mendapatkan banyak hal penting bagi kelangsungan bisnis: 
(1) Perusahaan mampu melakukan identifikasi adanya peluang bisnis yang baru, (2) Perusahaan akan lebih cepat mengambil keputusan, sehingga pergerakan bisnis  menjadi lebih cepat dan efisien, (3) Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih tepat sasaran, dan pastinya (4) Laba atau pendapatan yang diharapkan menjadi meningkat.
]]>
<![CDATA[Strategi Memenangkan Bisnis dengan Mengoptimalkan Analisa Data]]>Wed, 02 Sep 2020 05:02:32 GMThttps://ptnas.id/blog/strategi-memenangkan-bisnis-dengan-mengoptimalkan-analisa-data
Bicara bisnis adalah bicara soal bagaimana mengoptimalkan sebuah strategi. Dimana strategi yang akan dijalankan sebaiknya adalah strategi yang mampu mengoptimalkan kondisi yang ada bukan sebaliknya. Itulah mengapa, ketika Era New Normal mulai ditetapkan oleh Pemerintah, satu hal yang harus menjadi perhatian para pelaku bisnis adalah mencoba mengubah strategi bisnis yang ada agar tetap survive.
Era New Normal, sesuai perspektif bisnis adalah sebuah kondisi dimana berlakunya tatanan baru dalam beradaptasi dengan kondisi Covid-19 yang ada.  Tidak mudah memang melakukan adaptasi, ketika hampir semua indikasi ekonomi sedang mengalami tren penurunan. Sebut saja dari beberapa kondisi yang ada seperti di sampaikan oleh pengamat bahwa hingga 2Q20 Indeks Kepercayaan Konsumen menunjukkan tren yang menurun sekitar -33,7% yoy hingga akhir Juni 2020. 

Penjualan mobil juga mengalami tren penurunan yang cukup dalam hingga -70,4% yoy dari 2Q19 yang masih tercatat di angka -10,7% yoy. Begitu pula dengan kondisi yang terjadi pada sektor penjualan sepeda motor ikut mengalami penurunan hingga -79,7% yoy dari 2Q19 yang masih berada di angka  -0,01% yoy.

Penurunan bukan saja terjadi pada industri otomotif.  Pada industri semen pun mengalami penurunan. Industri yang sangat berpengaruh pada sektor konstruksi hingga memasuki 2Q20 belum juga menunjukan angka pertumbuhan yang positif. Posisi penjualan semen hingga 2Q20 mengalami penurunan dari -7,1% yoy pada 2Q19 menjadi -20,4% yoy pada 2Q20. Terjadinya tren penurunan juga di alami oleh sektor konsumsi Pemerintah, dari 8,2% yoy pada 2Q19 turun menjadi -1,55% yoy pada 2Q20.

Dari beberapa kondisi diatas, kita bisa melihat bahwa saat ini memang bagi pelaku bisnis kondisinya cukup memprihatinkan. Dimana beberapa kondisi ekonomi sedang mengalami penurunan. Sehingga perlu adanya strategi jitu bagi para pelaku bisnis agar memburuknya ekonomi makro Indonesia tidak terlalu berdampak pada kondisi bisnis perusahaan.

STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN DATA HASIL ANALISA RESEARCH YANG TERSTRUKTUR

Bisnis adalah bisnis, semua hal bisa terjadi dalam kurun waktu yang tidak kita duga sebelumnya. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa dalam kondisi apapun, sebuah bisnis seyogyanya di jalankan dengan berpedoman pada data dan analisa yang tepat. Karena tanpa adanya dasar yang menguatkan sebuah strategi, mustahil kebijakan yang diambil oleh perusahaan akan bisa mengubah kondisi yang semula negatif menjadi positif.

Konsep kerangka berpikir seperti itulah yang coba dikembangkan oleh NAS Consulting & Research. Sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pemberian jasa seperti: business advisory, assessment, & consultancy, market research, dan people development. Dimana terkait keinginannya untuk bisa memberikan kontribusi positif bagi pelaku bisnis maka perusahaan menawarkan layanan untuk membuat atau mereview strategi bisnis menggunakan data hasil analisa research.

Ada dua pendekatan yang biasanya diberikan oleh NAS ketika membantu perusahaan dalam melakukan pemetaan masalah terkait penentuan strategi bisnis di Era New Normal. Pertama adalah pendekatan research yang berdasarkan data kualitatif yang cocok untuk Business-to-Business (B2B) dan kedua adalah pendekatan research yang didasarkan data kuantitatif yang cocok untuk Business-to-Consumer (B2C).
Bagi pelaku bisnis, dengan adanya data yang dihasilkan dari kedua research tersebut jelas memberikan satu perspektif bisnis yang nyata.  Karena kedua metode research tersebut secara nyata memang mampu menggali masalah atau kebutuhan yang ada menjadi lebih jelas.  Ambil contoh research berdasarkan data kualitatif, dengan menggunakan metode: in-depth interview (IDI) atau focus group discussions (FGD). 

Analisa data yang bisa didapat oleh perusahaan, diantaranya: (1) Lebih memahami kesulitan yang mungkin dihadapi oleh pelanggan. (2) Mengetahui apa saja permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh perusahaan ataupun pelanggan. (3) Menentukan apakah ada perubahan daya beli ataupun jumlah pelanggan di kala Era New Normal. Sehingga pada akhirnya perusahaan bisa melakukan analisa dan mencari alternatif solusi dari masalah yang ada.

CASE STUDY INDUSTRI MUSIK YANG DI KAITKAN DENGAN APLIKASI STREAMING

Contoh berikut ini adalah bagaimana kita bisa menarik satu kesimpulan dari kondisi yang ada berdasarkan data analisa kuantitatif.  Dari hasil survey yang dilakukan, ternyata beberapa hal menarik yang bisa diambil, sebagai berikut: (1) Orang memilih musik tertentu, salah satunya didasarkan pada suasana hatinya. (2) Orang memutar musik yang sama berulang-ulang karena menyukai syair musik tersebut. (3) Orang memutar musik tertentu pertama kali karena adanya rekomendasi yang diberikan oleh orang lain. (4) Dan yang terakhir dari hasil survey di dapat bahwa para millennials suka mendengarkan musik-musik yang sedang hits.
Data yang dihimpun seperti informasi di atas, dapat diimplementasikan pada strategi bisnis yang akan diambil oleh perusahaan. Ambil contoh perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan aplikasi streaming.  Maka setelah mendapatkan data diatas, beberapa strategi yang bisa dijalankan diantaranya seperti: (1) Perusahaan akan membuat aplikasi dengan kategori musik berdasarkan suasana hati, seperti: Relax, Chill, Refreshing, Powerful, dll.  Dimana kategori tersebut untuk mempermudah para pendengar menyesuaikan musiknya sesuai dengan suasana hatinya. (2) Perusahaan akan membuat aplikasi streaming berdasarkan fitur Recent Played, yaitu: fitur yang mampu memutar ulang musik-musik yang baru saja diputarnya. (3) Perusahaan akan membuat aplikasi streaming yang terhubung dengan media sosial, fitur ini bertujuan agar pedengar bisa saling terkoneksi dengan teman-temannya dan dapat mengetahui musik apa saja yang sedang di dengarkan oleh mereka. (4) Terakhir perusahaan akan membuat fitur yang menginformasikan music apa saja yang saat ini sedang hits atau populer. Keberadaan fitur-fitur itu menjadi tepat dan sudah pasti akan diminati, mengingat terciptanya fitur tersebut berdasarkan kondisi survey yang dilakukan oleh perusahaan.
NAS HADIR MEMBERI SOLUSI BUKAN SEKEDAR JANJI

Layanan ini menjadi layanan unggulan yang diberikan NAS kepada pelaku bisnis di Indonesia. Menebar semangat positif bahwa di Era New Normal ini kita tidak seharusnya takut atau merasa belum siap terhadap perubahan, justru inilah saatnya kita mencoba menggali potensi yang dimiliki. Dimana perusahaan tidak perlu ragu, karena dengan kompetensi yang dimiliki NAS, perusahaan bisa mendapatkan perspektif baru dalam melihat peta pertarungan bisnis yang ada sehingga dapat menyesuaikan kondisi perusahaan.

Perspektif bisnis yang diberikan memang bukan analisa yang tanpa dasar, melainkan sebuah upaya   untuk membantu pelaku bisnis dalam menentukan strategi bisnis seperti apa yang cocok untuk dijalankan perusahaan berdasarkan hasil research, baik dengan metode kualitatif atau kuantitatif.

Pada akhirnya, kehadiran NAS diharapkan bisa menjadi mitra strategis bagi pelaku bisnis. Karena sukses tidaknya perusahaan dalam mengambil satu strategi bisnis dalam Era New Normal bukanlah perkara mudah. Mengingat saat ini kondisi makro ekonomi Indonesia sedang dalam masa transisi. Tetapi kita harus memiliki keyakinan bahwa data yang diperoleh dari research, jika dianalisa secara benar, maka dapat menghasilkan strategi bisnis yang tepat, sehingga bisa menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kondisi perusahaan agar terhindar dari kerugian yang besar.
]]>
<![CDATA[Coach vs Mentor vs Trainer]]>Mon, 03 Aug 2020 09:52:17 GMThttps://ptnas.id/blog/coach-vs-mentor-vs-trainerBanyak orang menganggap Coach, Mentor, Trainer itu sama aja. Pembedaan penyebutan hanya utk gaya-gayaan saja. Padahal kalau kita merujuk ke bahasa asalnya, bahasa inggris, ketiga tipe pembimbing ini memang nyatanya berbeda.
𝐂𝐨𝐚𝐜𝐡
  • Lebih banyak memberi inspirasi / membuka cakrawala berpikir
  • Bersifat umum, menjangkau banyak orang
  • Memotivasi dan berfokus pada masa depan
  • Biasanya tampil dengan dandanan rapi, elegant/lux, menunjukkan kesuksesan dan keberhasilan
  • Banyak mengadakan seminar dengan durasi singkat 1 - 3 hari sebagai door opener untuk masuk dalam sesi private coaching yang lebih panjang dan lebih mahal
  • Kamu harus memiliki disiplin diri yg tinggi untuk bisa mengaplikasikan ilmunya, karena Coach tdk mendampingi kamu, hanya memberikan inspirasi dan panduan dasar
  • Ilmunya didapat dari ketekunannya membaca buku, mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan mencari benang merah dari semuanya, dan memformulasikannya menjadi sesuatu yg menarik dan berguna bagi banyak orang

𝐌𝐞𝐧𝐭𝐨𝐫
  • Ilmunya spesifik, ahli dalam 1 atau beberapa bidang saja
  • Biasanya kaya raya dan sukses dari bidang yang ia tekuni
  • Mentor umumnya tidak jualan seminar, bahkan lebih suka ngobrol daripada bicara di panggung
  • Kamu perlu meminta, jika ingin beliau utk jadi mentormu
  • Terkadang kamu harus bersedia kerja tanpa dibayar untuk belajar langsung ilmu yang beliau miliki
  • Mentor biasanya tidak mengadakan seminar, langsung on-the-job training dan bisa berlangsung berbulan-bulan
  • Ilmunya didapat dari pengalaman, bahkan mungkin beliau bukan bergelar Doktor atau Master, tapi tetap luar biasa

𝐓𝐫𝐚𝐢𝐧𝐞𝐫
  • Mirip seperti guru atau dosen jika di institusi formal
  • Sangat terstruktur dan sistematis dalam membagikan ilmunya
  • Biasanya menjual training, paling singkat 3 - 5 hari, bahkan trainer olah raga atau program sertifikasi bisa sampai berbulan-bulan
  • Trainer mendampingi para trainee nya untuk belajar, menyelesaikan semua materinya, sampai berhasil
  • Bisa jadi tidak kaya raya, passionnya memang mengajar, membagikan ilmu, bukan memperkaya diri
  • Ilmunya didapat dari kombinasi pengalaman dan pelajaran yang didapatkan dari program sertifikasi yang diikuti sebelumnya

​Demikian kira-kira semoga bisa membantu, supaya tidak asal manggil Coach.. Coach.. Jujur, saya kadang risih kalau dipanggil Coach, karena saya sebenarnya seorang Konsultan & Researcher. Nah lho.. Apalagi tuh? Besok-besok dijelaskan yahh..

𝑏𝑦 𝐴𝑟𝑖𝑒𝑓 𝐿𝑒𝑠𝑡𝑎𝑑𝑖, 𝑁𝐴𝑆 𝐶𝑜𝑛𝑠𝑢𝑙𝑡𝑖𝑛𝑔 & 𝑅𝑒𝑠𝑒𝑎𝑟𝑐ℎ
]]>
<![CDATA[Aturan 20 Jam]]>Sun, 12 Jul 2020 02:36:08 GMThttps://ptnas.id/blog/aturan-20-jamSeni mempelajari apapun dalam 20 jam
Pada artikel ini akan dibahas mengenai “bagaimana belajar dan menguasai suatu hal baru, apapun itu, dengan teknik praktek selama 20 jam”. Artikel ini didasarkan pada penelitian Josh Kaufman yang dipresentasikan pada TEDx. John Kaufman adalah penulis dari buku bestseller Internasional no 1 yang berjudul “The Personal MBA: Master the Art of Business” dan juga “The First 20 Hours: mastering the Toughest Part of Learning Anything“, selain itu beliau juga adalah seorang guru yoga.

Umumnya penelitian-penelitian tentang bagaimana menguasai sesuatu menyebutkan bahwa untuk dapat menguasai suatu keahlian baru dibutuhkan sekitar 10.000 jam. Teknik ini terkenal sebagai “aturan 10.000 jam”. Jadi jika kita ingin mempelajari sesuatu, menguasai hal tersebut, dan menjadi ahli, sehingga dapat menjadi orang top di bidang yang kita kuasai, dibutuhkan waktu selama 10.000 jam.

Namun pertanyaannya, apakah saat ini kita memiliki waktu 10.000 jam?

Apakah kita tidak terlambat untuk memulainya di usia ke sekian dengan konsekuensi fokus di 10.000 jam berikut? 10.000 jam setara dengan jam kerja (8 jam sehari) selama 5 tahun.
Setelah mengetahui fakta yang didasarkan pada penelitian ini, biasanya banyak orang yang ciut nyalinya, “Saya tidak akan bisa mempelajari dan menguasai hal baru lagi”.

Aturan 10.000 jam didasarkan atas penelitian pada orang-orang yang ahli dan top dibidangnya, dilakukan oleh Profesor di Universitas Florida, beliau adalah K. Anders Ericsson. Profesor Ericsson meneliti atlet profesional, musisi tingkat dunia, master catur, dan ahli-ahli top dunia lainnya, tentang berapa lama waktu yang mereka butuhkan sampai bisa menjadi ahli. Profesor Ericsson menemukan fakta bahwa dengan semakin keras berlatih, dengan semakin lama berlatih, maka semakin baik kemampuan orang tersebut dalam bidang yang hendak dikuasainya, dan dibutuhkan waktu sekitar 10.000 jam untuk mencapai hal itu. Aturan 10.000 jam tersebut didukung oleh penulis terkenal tingkat dunia lainnya, yakni Malcolm Gladwell , dalam bukunya yang berjudul “Outliers: The Story of Success” . Terdapat bab khusus dalam buku tersebut yang menjelaskan mengenai aturan 10.000 jam. Berlatih dengan keras, berlatih dengan lama, dan kamu akan menjadi ahli, menempati posisi puncak di bidang yang kamu kuasai.

Pesan sebenarnya yang disampaikan oleh Prof. Ericsson adalah dibutuhkan waktu 10.000 jam untuk berada di puncak bidang yang sangat kompetitif (banyak pesaing), pada bidang yang sangat khusus. Kemudian setelah buku “The Outliers” diterbitkan tiba-tiba aturan 10.000 jam itu menjadi pakem untuk mempelajari suatu hal hingga menguasai. Jadi pesan yang awalnya dibutuhkan waktu 10.000 jam untuk menguasai bidang yang sangat kompetitif, menjadi 10.000 jam untuk menjadi ahli di suatu hal, menjadi 10.000 jam untuk menjadi bisa, menjadi 10.000 jam untuk mempelajari suatu hal.

  • Sebenarnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan dari belajar sesuatu yang tidak tahu sama sekali hingga dapat menguasai hal tersebut?
  • Ingin menguasai bahasa baru?
  • Ingin menguasai teknik menggambar?
  • Ingin menguasai teknik memasak?
  • Ingin menguasai teknik berkuda?
  • Atau ingin menguasai apapun itu?​
​Hanya 20 jam...
Definisi menguasai yang dimaksud disini adalah 
dapat melakukan sesuatu dengan baik.
Nyatanya dibutuhkan 20 jam saja, yakni dengan fokus, berlatih dengan sungguh-sungguh untuk menerapkan apa yang dipelajari, kemudian kita akan terkejut, bahwa 20 jam kita bisa melakukan dengan baik apa yang telah kita pelajari. Jadi dengan belajar dan latihan selama 20 jam, maka kita dapat menguasai hal yang baru.

​20 jam adalah 45 menit sehari selama 1 bulan. 20 jam tidaklah susah untuk dilakukan. 
]]>
<![CDATA[Uedan.. AlfaX coworking space, bisnis baru Alfamart yang cukup berani di tengah pandemi Covid-19]]>Wed, 08 Jul 2020 01:22:16 GMThttps://ptnas.id/blog/uedan-alfax-coworking-space-bisnis-baru-alfamart-yang-cukup-berani-di-tengah-pandemi-covid-19
Agak mengejutkan. Jaringan ritel Alfamart membuat konsep store berbeda dengan sebelumnya dengan nama AlfaX. Tempatnya cozy dan sangat milenial yang dekat dengan kampus.

Mengutip akun twitter Alfa X Indonesia @AlfaXid menulis bahwa kini telah hadir AlfaX by Alfamart yang merupakan suatu konsep store baru dari Alfamart. Bedanya yang satu ini dilengkapi dengan Coworking.
Fasilitas yang disediakan adalah tempat nongkrong dengan seating area, belajar di coworking space, meeting di meeting room, dan ngeband di mini stage.

​Saat ini Alfa X baru ada di:
1. AlfaX S Parman: Grogol, Jakarta Barat 
2. AlfaX Arjuna Utara: Kebon Jeruk, Jakarta Barat
3. AlfaX Akses UI: Depok, Jakarta Selatan

sumber: https://industri.kontan.co.id/news/netizen-heboh-liat-alfamart-rilis-alfa-x-dengan-konsep-coworking-dan-bisa-ngeband
]]>
<![CDATA[Kapan dan Mengapa Kita Butuh Konsultan?]]>Mon, 22 Jun 2020 08:42:40 GMThttps://ptnas.id/blog/kapan-dan-mengapa-kita-butuh-konsultan
"Menyewa konsultan bisnis terpercaya itu mahal, kalau Anda belum pernah merasakan kecewanya mempekerjakan konsultan bisnis yang ecek-ecek."

Ada saat ketika Anda dan bisnis Anda akan menghadapi kebutuhan untuk konsultasi dan bantuan dari luar. Mungkin informasi pasar yang Anda butuhkan, atau saran, keterampilan, strategi dan teknik yang tidak ada di organisasi Anda. Konsultan dapat memberikan solusi untuk sejumlah besar masalah bisnis. Berbagai jenis konsultan membawa ide yang berbeda ke meja, tetapi Anda perlu tahu kapan dan mengapa kita harus menggunakannya.

Secara umum, seorang konsultan bisnis bekerja bersama Anda dalam hal strategi, perencanaan, dan penyelesaian masalah. Mereka mungkin membantu Anda mengembangkan keterampilan bisnis dan menumbuhkan pengetahuan. Anda mungkin perlu mempelajari cara mendesain model bisnis, membuat rencana pemasaran atau menentukan teknik pemasaran yang perlu Anda gunakan dan cara menggunakannya.

Konsultan hadir dalam berbagai bentuk. Banyak orang yang akrab dengan pemain besar seperti PWC, (PricewaterhouseCoopers), Deloitte, Ernst & Young atau KPMG, tetapi ada begitu banyak perusahaan konsultan lainnya serta konsultan individu.

Konsultan bisnis dengan keahlian dan rekam jejak yang berhasil biasanya mengenakan biaya IDR 300 Jutaan per proyek, dengan beberapa perusahaan mengenakan biaya hingga IDR 700 Jutaan atau lebih per proyek.

Konsultan bisnis skala kecil dan menengah mungkin dapat memberikan harga yang lebih terjangkau. Namun, perlu dipertimbangkan faktor pengalaman dan keahliannya.

Konsultan terbagi dalam lima kategori:

1. Konsultan Strategi dan Manajemen
Perusahaan atau individu ini memiliki pemahaman yang mendalam tentang pasar spesifik dan mengetahui praktik terbaik industri Anda. Mereka dapat menawarkan bantuan dalam memperluas pasar, memperluas penawaran produk, membantu Anda mengatur kembali efisiensi dan penghematan biaya, meningkatkan kemampuan perusahaan atau membantu Anda melakukan pembelian peralatan besar atau bahkan membeli perusahaan lain.

2. Konsultan Operasional
Perusahaan atau individu ini fokus pada peningkatan kualitas dan efisiensi proses. Anda dapat mempekerjakannya ketika Anda ingin memetakan proses bisnis yang ada, menganalisisnya dan mendapatkan saran/masukan untuk meningkatkan kualitas, mengurangi faktor kesalahan atau meningkatkan efisiensi dan meningkatkan margin serta mengurangi biaya.

3. Konsultan IT
Bisa jadi area pertumbuhan terbesar dalam konsultasi saat ini adalah dunia IT. Dengan perubahan teknologi dan perkembangan dunia digital yang sangat cepat, sebagian besar perusahaan telah menyewa konsultan IT untuk membantu mengintegrasikan dan meningkatkan sistem komputer, telepon/pabx, meningkatkan server atau storage, dll.

4. Konsultan Sumber Daya Manusia
Konsultan SDM dapat membantu Anda untuk bekerja secara khusus pada kebutuhan karyawan. Anda dapat mempekerjakannya untuk merekrut kandidat yang bagus, meningkatkan retensi karyawan dan menentukan kompensasi agar selaras dengan tujuan perusahaan. Anda juga dapat menyewa konsultan SDM untuk pengembangan kepemimpinan dan pelatihan komunikasi.

5. Konsultan Penjualan & Pemasaran
Perusahaan di bidang ini dipekerjakan untuk membuat rencana pemasaran, mengembangkan merek/produk, meluncurkan kampanye iklan, membangun strategi media sosial, mendefinisikan proses dan peningkatan penjualan, atau merancang pelatihan dan pendampingan penjualan.
Picture
Kapan harus menyewa konsultan?

Menyewa konsultan berarti berkomitmen untuk investasi besar waktu dan uang.
Namun, jika Anda merekrut pada waktu yang tepat, investasi Anda dapat memberikan manfaat signifikan bagi pendapatan, reputasi, dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Karena itu, memahami kapan saat yang tepat untuk menyewa konsultan sangat penting. Pertimbangkan kebutuhan berikut sebagai indikasi bahwa tim Anda harus menyewa konsultan.

1. Kurangnya sumber daya internal
Ingin meluncurkan kampanye pemasaran Facebook tetapi tidak tahu caranya? Itu alasan yang baik untuk menyewa agensi atau konsultan untuk mengajarkan dan membantu Anda memulainya.

2. Ahli di bidangnya
Saat Anda perlu membuat keputusan besar yang akan memengaruhi masa depan perusahaan, seperti mengubah dari perusahaan kecil menjadi perusahaan besar, seorang konsultan keuangan dapat memberi Anda beberapa nasihat yang berharga.

Memiliki spesialis yang memahami bagaimana mengambil keputusan, seperti kapan waktunya mengundang investor atau meningkatkan kinerja proyek dapat menyelamatkan Anda dari alokasi uang dan waktu yang kurang tepat, dan dapat membantu Anda menghindari kegagalan.

3. Proses bisnis dan audit operasinal
Mengelola proses dan operasional bisnis yang efektif sangat penting untuk menjaga kesuksesan atau kegagalan perusahaan Anda.

Seringkali, pebisnis tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk secara kritis memeriksa operasional utama perusahaan dan membutuhkan pihak yang objektif untuk dapat memeriksa kesehatan dari proses bisnis mereka.

Sebagai contoh, terkait promosi penjualan: kapan terakhir kali Anda benar-benar membaca setiap kata dari apa yang terkandung dalam promosi tersebut? Apakah Anda tahu syarat dan ketentuan dari promosinya? Bahkan apakah Anda tahu promosi yang seperti apa itu?

Sering kali, bahkan orang-orang penjualan dan pemasaran yang terlibat dalam membuat dan mengirim promosi tersebut tidak memperhatikannya. Ini bukan karena mereka tidak kompeten atau kurang motivasi, itu karena mereka sudah sibuk dengan aktivitas pekerjaan mereka sepanjang hari. Sebaliknya, mereka mungkin kelelahan dan kekurangan waktu, sehingga tidak mampu untuk secara kritis memperhatikan proses yang menjadi tanggung jawab mereka.

Mempekerjakan konsultan dapat membantu mengoptimalkan dan mengembangkan proses bisnis Anda, konsultan dapat membuatkan serangkaian KPI yang objektif sehingga dapat membantu perusahaan Anda beroperasi lebih efisien.

Sebagai kesimpulan
Perusahaan dapat mempekerjakan konsultan ketika mereka kurang memiliki keahlian internal, membutuhkan pendapat kedua, atau perlu mengaudit atau merestrukturisasi infrastruktur bisnis dan operasional.
Anda dapat menghitung antara 0,7 - 1,0 % dari omset penjualan tahunan sebagai rule of thumb dalam mengalokasikan budget untuk menyewa perusahaan konsultan.

]]>
<![CDATA[Protokol Kesehatan Work From Office (WFO) / Back To Office (BTO) - Era New Normal (Post Covid-19)]]>Thu, 11 Jun 2020 12:54:06 GMThttps://ptnas.id/blog/protokol-kesehatan-work-from-office-wfo-back-to-office-bto-era-new-normal-post-covid-19Cepat atau lambat kita pasti menuju New Normal, suatu keadaan normal baru yang disebut "hidup bersama covid" oleh Bapak Presiden Jokowi. Apa yang membuatnya jadi berbeda, tentu saja mengenai masalah kesehatan. Kita harus lebih menjaga diri untuk tetap dan lebih sehat tidak hanya di rumah, melainkan juga di tempat kerja dan diruang publik. Apa saja yang perlu kita cermati?

Simak penuturan lengkap dari dua nara sumber luar biasa, yaitu: Ibu Anna Slamet Setiyowati, Corporate HR Director dari ASTEL Group dan Bapak Winner Juara dari Mindsafe Consulting dalam rekaman video NAS Community Sharing Session Series 3.

Informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Whatsapp: 0812-8415-9855
E-mail: operation@ptnas.id
​Website: www.ptnas.id
]]>
<![CDATA[Persiapkan Bisnis Anda Menyongsong New Normal (Post Covid)]]>Wed, 10 Jun 2020 11:06:31 GMThttps://ptnas.id/blog/persiapkan-bisnis-anda-menyongsong-new-normal-post-covidBertahap kita meninggalkan PSBB menuju New Normal, kembali Work From Office, kembali ke bisnis dan pekerjaan kita masing-masing.

Sebelum kita kembali bertarung dengan para kompetitor, sudahkah Anda mempersiapkan dengan baik strategi bisnis Anda untuk New Normal? Jangan-jangan kompetitor Anda sudah lebih siap dengan strategi baru yang lebih baik.

​Apakah perlu kita mengubah strategi existing kita ? Temukan jawabannya pada rekaman video yang dibawakan oleh Octavianus Siahaan, S.IP., CHRP, konsultan senior dari NAS Consulting & Research pada acara NAS Community Sharin Session, Series 4 - pada hari Jumat, 5 Juni 2020 yang lalu.

Saran dan pertanyaan bisa menghubungi:
Whatsapp: 0812-8415-9855
E-mail: operation@ptnas.id
​Website: www.ptnas.id
]]>
<![CDATA[Tax Planning Dalam Keluarga]]>Tue, 26 May 2020 08:50:54 GMThttps://ptnas.id/blog/tax-planning-dalam-keluarga
Keluarga adalah entitas terkecil dalam masyarakat. Lazimnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Jika masing-masing anggota keluarga melakukan kegiatan ekonomi, misalkan ayah bekerja, ibu bekerja, bahkan di era sekarang anak juga bisa mendapatkan penghasilan sendiri, maka secara otomatis akan bersinggungan dengan pajak.

Banyak keluarga tidak menyadari bahwa terdapat keuntungan yang bisa mereka ambil jika melakukan perencanaan pajak dengan baik. Perencanaan ini, meminjam istilah yang jamak didengar pada perusahaan nasional dan multinasional, bisa kita sebut sebagai tax planning. Sebuah upaya meminimalkan pajak melalui skema yang telah diatur dan legal.

Perencanaan pajak dalam keluarga bisa memberikan 2 (dua) keuntungan. Pertama keuntungan secara finansial dan yang kedua, yang tidak kalah penting yaitu keleluasaan waktu.

Satu contoh mudah untuk menggambarkan hal tersebut adalah masalah kepemilikian NPWP suami dan istri. Bila suami dan istri bekerja dan keduanya merupakan karyawan/pegawai misalnya, maka akan lebih efisien jika keluarga tersebut memiliki satu NPWP. Keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Hanya Suami yang Perlu Melakukan Pelaporan SPT Tahunan. Dengan adanya satu NPWP maka pelaporan SPT hanya dilakukan oleh suami. Termasuk jika anak juga mendapatkan penghasilan sendiri. Istri yang terlanjur memiliki NPWP dapat mengajukan penghapusan NPWP. Dengan satu NPWP beban administrasi tentu berkurang. 
  2. Menghindari Potensi Kurang Bayar Pada SPT Tahunan. Jika suami dan istri memiliki NPWP masing-masing, maka dalam menghitung pajak terutang harus dilakukan secara proporsional. Bahkan jika atas penghasilan suami dan istri tersebut telah dipotong oleh perusahaan. Penghitungan ulang harus dilakukan sebelum pengisian SPT Tahunan. Dengan tarif pajak penghasilan orang pribadi yang bersifat progresif, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada pajak yang masih kurang dibayar.

Untuk dapat melakukan perencanaan pajak dengan baik kita harus mengetahui aturan-aturan perpajakan. Jika ingin melakukan perencanaan pajak dalam keluarga misalnya, maka kita harus memahami status kewajiban perpajakan suami istri

Namun tidak semua orang mempunyai waktu untuk mempelajari aturan perpajakan. Hal ini bisa disiasati dengan melakukan konsultasi ke petugas pajak atau konsultan pajak terpercaya. Perencanaan pajak bagi keluarga penting, demikian juga untuk usaha Anda.


Artikel ini hasil kerjasama NAS Consulting & Research dengan ulasanpajak.com   
]]>