<![CDATA[NAS Consulting & Research | Konsultan riset, survey, dan startup di Jakarta - Blog & Coffee]]>Fri, 08 Jan 2021 01:15:18 +0700Weebly<![CDATA[​SEGITIGA PROSES]]>Thu, 07 Jan 2021 10:59:11 GMThttps://ptnas.id/blog/segitiga-proses
Banyak orang dan bisnis di luar sana iri dengan kesuksesan pribadi atau perusahaan lain, lantas tertantang mencoba menyamai atau melampauinya.

Tapi seringnya, mereka tidak ingat bahwa ada proses yang harus dilalui. Saya ada memberikan konsultasi dimana pebisnisnya tidak sabaran dan prinsip ekonominya ketat banget, "resources sehemat mungkin, growth setinggi mungkin." Lha.. Mana bisa?

Lihat saja pribadi atau perusahan sukses itu mereka USAHA keras bertahun-tahun untuk mencapai posisi sekarang. Lha ini baru setahun sudah bilang, "you underperformed, bye!" lalu hire orang baru, setahun ganti lagi, terus saja sampai orang ke-5, dan berhasilll... Yeayy...

Berarti orang ke-5 ini hebat? Belum tentu.. Itu sudah 5 orang x 1 tahun berarti total WAKTU nya sudah 5 tahun. Ya wajar kalau berhasil.
"Tapi saya gak mau nunggu 5 tahun, Mas.. Keburu bubar usahanya."
Ya kalau gitu hire 5 orang, kan jadinya 5 USAHA x 1 WAKTU = 1 USAHA x 5 WAKTU.

"Kurang, Mas.. Harus lebih cepat lagi!"
Nah kalau gitu tambah satu faktor lagi, yaitu DOA. Jangan cuma doa satu orang, tapi doa banyak orang. Karena itu coba check, apa bisnismu berdampak positif untuk banyak orang? Supaya mereka juga ikut doain! Atau CSR nya digerakkan.. Supaya dapat doa juga.

USAHA x WAKTU x DOA
Niscaya akan berhasil!
Mau ngajak saya ngopi ?

oleh: Arief Lestadi, CBHA, QWP
]]>
<![CDATA[EVERY CUSTOMER IS UNIQUE, LISTEN TO EACH OF THEM]]>Thu, 07 Jan 2021 10:54:17 GMThttps://ptnas.id/blog/every-customer-is-unique-listen-to-each-of-them
Masih teringat jelas, kejadian beberapa tahun silam. Team saya meminta didampingi untuk bertemu dengan pimpinan customer yang katanya sudah naik pitam karena ulah team project kami.

Kami segera berdiskusi untuk menggali akar masalah dan memutuskan beberapa alternatif sebagai amunisi saat bertemu customer. Berhubung kami ini engineering company, solusi2nya lebih banyak bersifat teknis.

Hari pengadilan tiba, kami duduk di kursi pesakitan dimana customer yang buas siap menerkam kami. Saya mempersilahkan customer mengungkapkan semua uneg2nya.

Anehnya.. Saya tidak menemukan hal teknis dalam concern sang pimpinan. Karena itu saya ubah haluan, ganti layar.. Kami sampaikan bahwa kami paham dan siap mendukung cita-cita sang pimpinan.

Akhir cerita, kami mendapatkan kembali kepercayaan sang pimpinan, malah pulang membawa tambahan order. 

Setiap customer itu unik, punya motif atau kepentingan pribadi masing-masing.
Dengarkan mereka satu persatu, dukung dan bantu wujudkan cita-citanya.
Niscaya kamu dapatkan kepercayaan dan order darinya.

oleh: Arief Lestadi, CBHA, QWP


#indonesia 
#salesmarketing 
#salesstory 
#ceritasales 
#jakarta #bandung #surabaya

]]>
<![CDATA[Omnibus Law, UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020]]>Tue, 03 Nov 2020 11:41:29 GMThttps://ptnas.id/blog/omnibus-law-uu-cipta-kerja-no-11-tahun-2020
Tidak usah berpanjang-panjang, berikut di bawah ini link untuk mengunduh UU No. 11 Tahun 2020 mengenai UU Omnibus Law - Cipta Karya. 
Silakan dibaca dengan seksama dan merespon dengan bijak ya, Sobat NAS!
Jangan lupa juga beri Like dan Comment​ di bawah ini ya. Terima kasih.
]]>
<![CDATA[Tolonglah Dirimu Sendiri Dulu Sebelum Menolong Orang Lain]]>Tue, 03 Nov 2020 10:00:55 GMThttps://ptnas.id/blog/tolonglah-dirimu-sendiri-dulu-sebelum-menolong-orang-lainOrang banyak di luar sana mengatakan, "tolonglah orang lain, karena itu berarti menolong dirimu sendiri." Menurut saya quote ini tidak sepenuhnya benar, karena kalau Anda tidak memiliki kemampuan, maka alih-alih menolong, Anda bisa malah mempersulit orang yang hendak ditolong, bahkan menjerumuskan Anda berdua.

Realita hidup tidak seperti acara social experiment di TV yang sudah diedit dan direkayasa.
SekolahRelawan, salah satu diklat terbaik di Indonesia untuk melatih relawan bencana pernah mengatakan bahwa orang-orang yang cuma bermodal niat baik tanpa skill yang mumpuni, malah menjadi beban, saat turun ke lokasi bencana.

Menolong orang lain memang kewajiban kita sebagai makhluk sosial dan umat beragama. Tapi pastikan bahwa Anda memiliki kemampuan yang memadai, baik itu skill, materi, atau tenaga. Kalau belum ada..?? Doakanlah mereka. Allah maha mendengar dan maha mengabulkan permohonan umatNya. Amin 🙏😇
]]>
<![CDATA[Raja Burger membeli Big Mac]]>Tue, 03 Nov 2020 09:51:32 GMThttps://ptnas.id/blog/raja-burger-membeli-big-mac
Tahun lalu kita dikejutkan dengan berita tutupnya Burger King (BK) selama 1 hari hanya supaya
McDonald's (McD) bisa menjual BigMac lebih banyak, karena dihari tersebut seluruh penjualan BigMac akan didonasikan untuk yayasan sosial.

Tahun ini, berita luar biasa datang lagi dari BK, mereka meng-encourage pelanggannya untuk juga membeli McD, KFC, Domino's Pizza, Pizza Hut, dll.

Terlepas dari campaign yang terdengar pro-sosial dan sangat mengharukan terlebih karena situasi pandemi seperti sekarang ini.
Menurut saya, ini adalah ide marketing campaign yang sangat brilliant. Bayangkan berapa banyak pelanggan baru yang bersimpati dan kemudian mencoba kelezatan Whopper?

Di Indonesia sekarang ini juga marak usaha-usaha yang melakukan promosi dengan membagikan sebagian keuntungan untuk donasi. Saya sendiri lagi tergila-gila membeli buku yang diterbitkan untuk membantu kegiatan sosial. Yuk kita dukung usaha-usaha disekitar kita. Semongko...

​oleh: Arief Lestadi
]]>
<![CDATA[Menikmati Proses Menuju Kesuksesan]]>Sun, 11 Oct 2020 08:04:36 GMThttps://ptnas.id/blog/menikmati-proses-menuju-kesuksesan
​Ada seorang motivator yang mengatakan, "kalau kamu tidak mau membayar harga untuk kesuksesanmu, maka kamu akan dibayar untuk mewujudkan kesuksesan orang lain."

Sesulit itukah untuk sukses? Apakah memang sukses perlu pengorbanan, cucuran air mata, keringat, dan darah? Pernahkah kamu melihat pebisnis yang susah payah membangun bisnis, namun ditipu pelanggan hingga bangkrut, atau seorang profesional yang kerja pagi siang sore malam, namun karirnya mandek?
Atau pernahkah kamu mendengar ada profesional yang baru pindah kantor, dalam 6 bulan sudah promosi jadi supervisor, dan setahun kemudian promosi jadi manager?

Saya setuju bahwa sukses memerlukan proses. Mie instant saja tidak bisa langsung dimakan, paling cepat tetap perlu 3 menit untuk menyiapkannya. Saya setuju bahwa ada harga untuk menuju kesuksesan, bisa berupa materi, waktu, tenaga, pikiran, namun penderitaan bukanlah harga sebuah kesuksesan.

Kunci kesuksesan sebenarnya terletak pada bagaimana kamu menikmati proses menuju kesuksesan. Kalau pikiranmu damai, hatimu ikhlas, dan tubuhmu bahagia, niscaya kesuksesanmu di depan mata. Amin.
]]>
<![CDATA[Hikmah Dalam Setiap Keputusan]]>Sun, 11 Oct 2020 07:27:42 GMThttps://ptnas.id/blog/hikmah-dalam-setiap-keputusan
Saya teringat dulu semasa bekerja, sering memprotes keputusan yang diambil atasan, karena menurut saya dasar pengambilan keputusan kurang kuat.

Memang keputusan yang diambil, baik dalam keluarga, kantor, maupun negara, kerap tidak sesuai dengan keinginan kita, namun salah satu mentor saya berpesan, "keputusan yang diambil adalah benar dan terbaik saat keputusan tersebut diambil."

Masih ingat Henry Ford pernah berkata, "If I had asked people what they wanted, they would have said faster horses.” (jika saya bertanya kepada orang banyak apa yang mereka mau, mereka pasti akan menjawab kuda yang lebih cepat). Kalau saja Henry Ford tidak ngeyel membuat mobil, ketimbang kereta kuda yang lebih cepat, tentu kita tidak memiliki mobil seperti sekarang ini.

​Dalam menanggapi sebuah keputusan, kita kerap defensif. Padahal bisa jadi sang pengambil keputusan mengetahui hal yang tidak kita tahu, sesuatu yang lebih helicopter view. Masih ingat keputusan mengenai Busway yang dulu diprotes namun sekarang dinikmati banyak orang? Jadi... meniru slogan teh botol sosro, pesan saya adalah, "apapun keputusannya... selow aja brayy...!!"
]]>
<![CDATA[Pengalaman Tidak Akan Pernah Menjadi Usang]]>Sun, 11 Oct 2020 07:21:09 GMThttps://ptnas.id/blog/pengalaman-tidak-akan-pernah-menjadi-usang​Beberapa waktu yang lalu saya membaca status dari salah satu kawan yang berpesan supaya kita tidak sekedar membanggakan pengalaman, karena orang lain terutama kaum muda sangat inovatif dan cepat dalam mengejar ketertinggalan.

Bagi saya, pengalaman tidak akan pernah menjadi usang. Cepatnya kaum muda untuk catch-up, karena mereka secara konsisten melahap sejumlah pengetahuan, entah itu dari buku, internet, dan media sosial. Pengetahuan itu sejatinya dari pengalaman juga, tapi bukan pengalaman pribadi, melainkan pengalaman orang lain.

Foto pada tulisan saya ini diambil dari film 𝑰𝒏𝒕𝒆𝒓𝒏, yang dibintangi oleh Anne Hathaway dan Robert De Niro. Robert adalah seorang veteran VP Sales perusahaan Yellow Pages, yang sudah tutup, karena tentu saja di era digital ini, siapa lagi yang melihat buku kuning tebal itu? Sementara Anne adalah pendiri dan pemimpin startup fashion yang kesuksesannya melejit dalam waktu kurang dari 2 tahun. Saya merekomendasikan Sobat NAS yang belum, untuk menonton film tersebut.
Anne awalnya menganggap Robert hanya sebagai pengganggu, karena meyakini si tua ini tidak akan mengerti ritme kerja startup. Namun Robert membuktikan bahwa pengalamannya selama puluhan tahun memperkaya perusahaan untuk bisa mengambil keputusan yang baik dengan cepat. Demikian pula sebaliknya, Robert yang kesulitan dalam membuat akun Facebook dibantu oleh Anne supaya dia bisa mengikuti trend masa kini.

Singkatnya, terkadang orang yang sudah berumur mengalami apa yang disebut "𝒑𝒐𝒔𝒕 𝒑𝒐𝒘𝒆𝒓 𝒔𝒚𝒏𝒅𝒓𝒐𝒎𝒆" sehingga menganggap mereka yang usianya lebih muda tidak tahu apa-apa. Demikian sebaliknya yang muda juga sering menganggap orang yang berumur adalah orang kolot, kuno, dan tidak berguna lagi.

​Karena itu dibutuhkan rasa mawas diri, rendah hati, dari siapapun juga untuk bisa survive, terutama di Era New Normal, yang saya yakini belum ada seorang pun yang memiliki pengalaman menghadapi pandemi sehebat ini. Jika Anda adalah anak muda yang tersinggung dengan ucapan yang lebih tua, atau Anda adalah orang berumur yang merasa lebih pengalaman dari anak muda. Baiknya kecilkan ego Anda supaya dunia ini tidak penuh sesak dengan energi yang kurang positif. Karena kita butuh kerjasama yang kompak untuk mengatasi Resesi Dunia kali ini.
]]>
<![CDATA[Virtual Team Building, Strategi Menjaga Semangat Tim di Era New Normal]]>Mon, 21 Sep 2020 07:16:13 GMThttps://ptnas.id/blog/virtual-team-building-strategi-menjaga-semangat-tim-di-era-new-normalMenjaga semangat team di kondisi seperti saat ini tidaklah mudah. Terlebih perusahaan menghadapi dilema di masa sulit ini, diantara mengurangi atau mempertahankan karyawan yang ada. Jika salah dalam menentukan langkah, bisa jadi bukan untung yang diperoleh tetapi malah perusahaan bisa saja mengalami kerugian ganda.
Sebuah team yang kompak memang menjadi harapan semua pihak. Setidaknya ada 5 hal yang membuat perusahaan membutuhkan team yang kompak: (1) Bisa meningkatkan efisiensi kerja; (2) Mampu menciptakan banyak ide kreatif, sehingga perusahaan akan selalu produktif;  (3) Mampu membagi tugas dengan baik sehingga bisa meringankan beban kerja secara keseluruhan; (4) Bisa berbagi energi positif dengan rekan satu team sehingga target-target yang diharapkan manajemen bisa tercapai; (5) Team yang kompak secara terus-menerus pada akhirnya dapat menjadi culture yang baik untuk menjaga semangat perusahaan, terutama disaat kondisi turbulensi seperti sekarang ini.

Untuk menjaga team tetap kompak bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya: melakukan kegiatan bersama-sama, misalnya makan atau nonton bareng; membuat permainan atau aktivitas yang bisa melibatkan semua team, misalnya acara perlombaan atau kompetisi; bisa juga membuat kegiatan luar ruang untuk memperkuat kekompakan dan kebersamaan, seperti gathering atau team building. Tetapi sayangnya hal-hal tersebut menjadi sulit dilakukan pada kondisi pandemi Covid-19.
Lantas apakah kita harus pasrah melihat semangat team terus menurun? Bagaimana cara membuat sebuah team tetap kompak di Era New Normal? 

Adalah NAS Consulting & Research, sebuah perusahaan layanan yang fokus memberikan pendampingan kepada banyak perusahaan yang saat ini mengalami kesulitan dalam membangun dan menjaga semangat teamnya. Dengan kemampuan dan pengalaman dalam banyak kegiatan team building yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, NAS sukses memberikan dukungan kepada banyak perusahaan melalui experiential learning dan team building dalam membangun dan mempertahankan team yang kompak.
Salah satu inovasi yang dilakukan NAS untuk menghadapi kondisi pandemi Covid-19 dan menyambut Era New Normal adalah dengan membuat kegiatan virtual team building.  Mungkin ada yang bertanya, kegiatan apakah itu? Virtual team building adalah kegiatan team building yang dilakukan secara virtual, dimana para pesertanya mengikuti acara dari kediaman mereka masing-masing menggunakan teknologi video conferencing system, seperti: Zoom Cloud Meeting, Microsoft Teams, ataupun Cisco WebEx. 

Virtual team building menjadi salah satu alternatif solusi bagi perusahaan terutama apabila perusahaan baru saja melakukan langkah yang dianggap tidak populer oleh karyawan, seperti: unpaid leave (dirumahkan tanpa digaji), pensiun dini, atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK), untuk menjaga motivasi para karyawan yang masih aktif untuk tetap mempertahankan kinerja mereka.

Melalui kegiatan virtual team building yang dirancang secara khusus, dapat meninggalkan suatu yang berkesan bagi para karyawan. Beberapa kesan positif yang biasanya timbul setelah acara, adalah: 
(1) Karyawan merasa diapresiasi sehingga akan semakin loyal kepada perusahaan; (2) Karyawan merasa diberikan ruang untuk berekspresi dan berinovasi, sehingga dapat berusaha maksimal dalam melakukan pekerjaannya; (3) Karyawan merasa mendapat dukungan dan kepercayaan dari Perusahaan, dan (4) Mempererat hubungan antara manajemen dengan karyawan, melalui permainan-permainan yang sudah disesuaikan dengan visi, misi, dan value perusahaan.
Kegiatan ini terlihat sederhana dan mudah dilakukan secara mandiri atau berpikir cukup dengan menyewa layanan team building yang umum ditemui di tempat-tempat wisata. Namun dalam keadaan serba terbatas seperti sekarang ini, sebaiknya perlu berhati-hati, karena apabila kita salah dalam pelaksanaanya maka yang terjadi adalah sebaliknya, kita hanya akan membuang-buang uang tanpa memperoleh hasil yang optimal. Karena itu pilihlah perusahaan yang memang memiliki kompetensi dan berpengalaman dalam pelaksanaan virtual team building.

Jadi jangan tunda kesempatan Anda untuk mengadakan virtual team building, karena saat inilah waktu yang tepat untuk membangun dan menjaga team supaya tetap kompak. Di saat kondisi ekonomi sedang tidak kondusif, cara terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah memperkuat team yang ada, sehingga pada saat ekonomi pulih dan kondisi kembali normal, maka team yang kompak akan selangkah lebih maju menuju kinerja yang terbaik untuk perusahaan.
]]>
<![CDATA[Data Based Research, Sarana Efektif bagi Perusahaan Mengembangkan Bisnis Berdasarkan Potensi Pasar]]>Mon, 21 Sep 2020 06:57:06 GMThttps://ptnas.id/blog/data-based-research-sarana-efektif-bagi-perusahaan-mengembangkan-bisnis-berdasarkan-potensi-pasar
Siapa tidak kenal perusahaan sekelas GOJEK yang sukses dengan aplikasi transportasinya. Dan tentunya anda juga tahu BANK MANDIRI, sekalipun berbeda core-business-nya, namun satu hal yang bisa kita ambil benang merahnya dari kedua perusahaan ini adalah bahwa mereka telah memanfaatkan Big Data untuk kelangsungan bisnis yang mereka jalankan. 

Bicara soal Big Data, saat ini bisa dikatakan kondisinya berbeda dengan masa sebelum Era Industri 4.0. Dimana saat ini pelaku bisnis semakin concern terkait keberadaan datanya. Itulah yang mendasari pada akhirnya semakin banyak pelaku bisnis yang mencoba mengoptimaliasi sistem operasionalnya dengan hasil analisis yang berasal dari Big data.

Sekadar memberikan contoh perspektif bisnis terkait Big Data.  Maka kita akan menemukan istilah yang disebut Analisis berbasis Big Data. Secara bisnis, penggunaan Analisis berbasis Big Data salah satunya untuk mengungkap pola tersembunyi serta kaitannya yang menyangkut soal bisnis. Dimana hal itu menjadi sangat penting mengingat saat ini sedang terjadi kondisi tidak biasa akibat dampak Covid-19. Sehingga memerlukan strategi bisnis yang tidak biasa juga untuk dijalankan suatu perusahaan.

Ambil contoh apa yang disampaikan oleh Rogers Communications, perusahaan yang cukup terkenal di Kanada. Saat ini Rogers adalah perusahaan yang berfokus dalam bidang komunikasi dan media massa. Core-business-nya terdiri dari beberapa bidang, seperti: komunikasi  nirkabel, televisi kabel, telepon, dan konektivitas internet. 

Ada hal menarik yang dikemukakan oleh Rogers bahwa Analisis berbasis Big Data telah membantu mereka dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan mempertahankan eksistensi serta dominasinya dalam sektor media dan telekomunikasi di Kanada.  Inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah Analisis berbasis Big Data menjadi suatu yang penting, terutama dalam Era New Normal.

PROSES MEMPEROLEH DAN ANALISIS DATA UNTUK PENGEMBANGAN BISNIS
SUMBER: American Institutes for Research

Bicara soal Big Data, banyak dibahas bagaimana perusahaan besar mampu mempertahankan eksistensinya dengan penggunaan metode tersebut. Namun satu hal yang perlu kita ingat bahwa tidak semua perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memperoleh Big Data dan menjadikannya efektif.
Di luar kondisi  tersebut, sejatinya untuk menghasilkan sebuah analisis data yang cukup komprehensif, setiap perusahaan tidak harus melakukannya sendiri. Dapat pula dengan meminta bantuan perusahaan yang khusus bergerak di bidang riset, salah satunya adalah NAS Consulting & Research.  

Dengan kemampuan dan kehandalannya dalam melakukan metode riset, seperti: Desk  Study & Analysis, Quantitative Survey, dan Qualitative Survey, NAS dapat dijadikan mitra kerja yang cukup fleksibel dalam hal yang berhubungan dengan memperoleh data dan analisis data.  
Lebih lanjut tentang layanan yang bisa dilakukan oleh NAS terkait memperoleh data dan analisis data bagi perusahaan, diantaranya: (1) Online & offline research, statistic study, hingga data analysis untuk yang terkait dengan desk study & analysis. 

Sementara untuk quantitative dan qualitative survey, NAS dapat melayani permintaan random/intercept survey, predefined survey, focus group discussion, serta in-depth interview. (2) Dari hasil survey yang didapat, kemudian akan dibuatkan analisis yang bisa disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan klien. Itulah yang membedakan konsep kerja yang diberikan oleh NAS Consulting & Research dengan perusahaan lainnya.

Orientasi pada keberhasilan dan selalu mengedepankan target yang  ingin dicapai oleh klien. Itulah poin plus yang selalu menjadi perhatian untuk NAS dalam perannya menjadi mitra kerja para pelaku bisnis. Hal itu telah dilakukan jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Sehingga pada saat Era New Normal ini, NAS memiliki keunggulan karena sudah berpengalaman dalam memberikan layanan yang berhubungan dengan riset dan analisis data.

Karena sebenarnya tujuan utama dari analisis data, baik yang diperoleh melalui Big Data ataupun Survey adalah sama, yaitu: untuk meningkatkan tingkat kepercayaan perusahaan dalam pengambilan suatu keputusan atau kebijakan. Dimana kesimpulan yang diputuskan oleh suatu  perusahaan sebaiknya didasarkan pada hasil analisis data yang berdasarkan  riset.

Dalam melakukan sebuah transformasi bisnis, penting untuk memperhatikan kondisi yang terjadi disekitarnya. Jika saat ini banyak perusahaan fokus dalam mengembangkan Analisis berbasis Big Data, sebenarnya ada 3 hal penting yang mendasarinya: (1) Aktivitas tersebut dapat secara signifikan mengurangi biaya, (2) Aktivitas tersebut  dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan strategi bisnis, (3) Aktivitas tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan bisnis yang ada di dalam perusahaan.

Yang pasti saat ini, ketika kondisi ekonomi makro sedang kurang baik, termasuk kinerja perusahaan yang sedang mengalami tren penurunan.  Satu hal yang bisa dipertimbangkan oleh pelaku bisnis atau manajemen perusahaan adalah dengan melakukan riset yang komprehensif.  Karena dari hasil analisis data itulah perusahaan akan mendapatkan banyak hal penting bagi kelangsungan bisnis: 
(1) Perusahaan mampu melakukan identifikasi adanya peluang bisnis yang baru, (2) Perusahaan akan lebih cepat mengambil keputusan, sehingga pergerakan bisnis  menjadi lebih cepat dan efisien, (3) Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih tepat sasaran, dan pastinya (4) Laba atau pendapatan yang diharapkan menjadi meningkat.
]]>