Cara Mengajukan Insentif dan Lapor Pajak UMKM terkait Covid-19

Pelaku UMKM mendapat fasilitas pajak penghasilan final tarif 0,5% (PP 23/2018) yang ditanggung pemerintah.
Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak dan pemotong atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.
Syarat:

  • Pelaku UMKM telah mendapatkan Surat Keterangan PP 23 (dapat diajukan secara online melalui login pada www.pajak.go.id, pilih layanan, lalu pilih info KSWP. Pada bagian “Profil Pemenuhan Kewajiban Saya” pilih Surat Keterangan PP 23).
  • Membuat realisasi PPh Final DTP setiap masa pajak.

Untuk dapat memanfaatkan insentif ini mulai masa pajak April 2020, permohonan surat keterangan paling lambat diajukan 20 Mei 2020.

Langkah – langkah Pelaporan Realisasi Fasilitas PMK.03/PMK.44/2020:

Pertama / Awal:

  1. Login djponline.pajak.go.id
  2. Pilih PROFILE –> Aktifasi Fitur Layanan –> eReporting Insentif Covid 19 –> Ubah Fitur Layanan –> Ya –> Ok

Pelaporan:

  1. Login kembali djponline.pajak.go.id
  2. Pilih LAYANAN –> Klik eReporting Insentif Covid 19 (paling bawah)
  3. Menu Daftar laporan –> Klik Tambah
  4. Menu Pelaporan Baru –> Klik list Jenis Pelaporan –> Realisasi PPh Final DTP –> Lanjut
  5. Masukan kode keamanan –> Lanjut
  6. Petunjuk :

A : 15 digit (NPWP),
B : 2 digit (Masa Pajak Awal),
C : 2 digit (Masa Pajak Akhir),
D : 4 digit (Tahun Pajak),
E : 2 digit (Kode Pelaporan Realisasi PPh UMKM = 01)
F : 2 digit (Kode Pembetulan Ke-)

  • Jika pelaporan normal Kode Pembetulan (2 digit belakang) diisi 00, dan apabila ingin melaporkan pembetulan diisi 01 dan seterusnya.
  • Pelaporan Realisasi PPh Final DTP
  • Upload file –> submit

#pelaporanpajak #pajakdtp #insentifpajak #insentifukm #insentifcovid #covid19 #pajakindonesia

Obat untuk Karyawan yang Terlalu Detail

Ini biasanya sifat yang membuat karyawan sering melewati deadline yang ditentukan. Terlalu perfeksionis sehingga tidak mampu mengikuti target yang dipatok.

To some degree, sifat perfeksionis ini bagus. Yang jadi masalah adalah jika sifat ini menghalangi performa kerjanya, bahkan performa kerja tim secara keseluruhan.

Langkah pertama adalah dengan menjelaskan, di mana kesalahannya. Bisa jadi, ia sebenarnya belum sadar dengan sifatnya yang terlalu perfeksionis tersebut.

Jika sudah kita je!askan, kita ajak ngobrol, namun masih dilakukan. Berikan surat peringatan SP1.
Untuk menghindari “rasa tidak enak”, jelaskan dengan data. Jelaskan bahwa ia sudah melewati deadline yang ditentukan.

1-2 kali lewat deadline masih bisa ditoleransi. Namun jika terlalu sering, bahkan hampir selalu lewat deadline, jangan ragu untuk memberhentikannya. Tentu, setelah Anda menjelaskan dan mencoba memperbaiki hal tersebut. lni karena secara pribadi, saya memerlukan orang-orang yang bisa deal done dalam mengerjakan target perusahaan.

​(c) Aksoro

Bagaimana Memotivasi dan Memaksimalkan Potensi B Players

employee-recognition-1-1b997

Selama berpuluh-puluh tahun, kita mendengar bahwa kita hanya boleh merekrut The A Players dan memecat orang-orang yang bukan A Players dari tim kita. Yang menjadi masalah, kriteria A players berbeda-beda di setiap perusahan. Sangat tidak realistis jika Anda hanya mau merekrut A players.

Karyawan seperti apa yang masuk ke dalam kategori A players dan B players? Menurut upstarthr.com;
A players adalah pemain-pemain berprestasi. Mereka adalah karyawan-karyawan yang memprioritaskan kehidupan profesional diatas kehidupan personal dan keluarganya karena mereka terus berusaha mencapai prestasi lebih dan tingkatan lebih di perusahaannya. A players adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, memiliki potensi tinggi dan perusahaan senang mencari dan merekrut mereka. Mereka juga pemain-pemain yang cepat meninggalkan perusahan jika mendapatkan kesempatan lebih di tempat lain.

B players adalah karyawan-karyawan kompeten dengan performa yang stabil dan yang suka menyeimbangkan kehidupan kerja serta kehidupan pribadinya. B players cenderung loyal, tidak memerlukan banyak perhatian dan selalu menyelesaikan pekerjaannya. Karena B players adalah orang-orang yang loyal, mereka cenderung membawa sejarah perusahaan bersama diri mereka.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Google Aristotle tentang bagaimana membentuk tim yang efektif, menyebutkan bahwa preferensi perusahaan akan A players membuat mereka mengabaikan nilai-nilai yang bisa diberikan oleh B players.

Seperti yang saya telah amati di berbagai perusahaan kecil, menengah hingga besar dalam berbagai industri, pemain-pemain A players cenderung kesulitan menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan tidak mampu berkolaborasi dengan para koleganya. B players, di sisi lain, tidak terlalu peduli dengan idealisme atau kepentingan pribadinya, dan akan melakukan apa pun untuk membahagiakan pelanggan, membantu rekan kerjanya dan menjaga reputasi perusahaan. Ketika salah satu klien saya mengalami perubahan besar dalam sistem perencanaan sumber daya perusahaannya ke sistem yang baru, adalah karyawan yang dianggap sebagai B player, yang menjaga dan memastikan semua area bisnis terinformasikan akan perubahan tersebut dan juga memastikan data transaksi serta catatan komunikasi dengan pelanggan tetap terjaga dengan baik.

Daripada terus berharap bahwa semua karyawan Anda adalah A players, lebih baik Anda mencari cara untuk mendorong B players di perusahan Anda meraih potensi terbaiknya dan memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan.

Yuk diskusikan masalah SDM perusahaan Anda bersama NAS Consulting & Research di Whatsapp: 0812-8415-9855 atau Email: operation@ptnas.id

Business Plan dengan SWOT dan Balance Scorecard

Karena 𝐬𝐞𝐦𝐢𝐧𝐚𝐫 𝐦𝐨𝐭𝐢𝐯𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩.
Ikuti 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬𝐡𝐨𝐩 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐤𝐨𝐦𝐩𝐞𝐭𝐞𝐧𝐬𝐢.
Kini saatnya Biz Owner / Management / HRD
mengupgrade hardskill-nya mengenai 𝐁𝐮𝐬𝐢𝐧𝐞𝐬𝐬 𝐏𝐥𝐚𝐧.

Ini bukan preview seminar melainkan 𝐟𝐮𝐥𝐥 𝐢𝐧𝐭𝐞𝐧𝐬𝐢𝐯𝐞 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬𝐡𝐨𝐩.
Selama 8 jam, banyak bekal ilmu untuk dapat diaplikasikan
dalam bisnis Anda sehingga bisa 𝐬𝐮𝐫𝐯𝐢𝐯𝐞 𝐝𝐢 𝐄𝐫𝐚 𝐈𝐧𝐝𝐮𝐬𝐭𝐫𝐲 𝟒.𝟎.

Jangan sampai Q1 – 2020 Anda terlewati tanpa planning.
Jangan sampai Q1 – 2020 Anda tidak menghasilkan apa2.
Segera daftar workshop ini… Ada harga khusus Member!

Keterangan lebih lanjut, 𝐖𝐀 𝐤𝐞: 𝟎𝟖𝟏𝟏𝟏-𝟑𝟐𝟏𝟏-𝟎𝟎𝟖 (𝐘𝐮𝐫𝐢𝐤𝐚).

Strategi Manjur No. 2

Saya yakin 90% pebisnis mau banting tulang membesarkan bisnisnya demi diwariskan untuk anak-anaknya.
Tapi… Kalau anaknya gak mau melanjutkan gimana?
Stress.. Frustasi.. Ngamuk..?

Kita cerita sedikit dulu yah…
Dlm melakukan aktivitas, pebisnis yg tegak lurus akan merancang business plan, sementara pebisnis yg agak miring-miring merancang business trick. Beda tipis ya.. 😊
Trik bisnis digunakan karena pola pikir pebisnis adalah kalau gw ga nge ciak.. Gw bakalan di ciak. 😅
Hidupnya tidak tenang, karena selalu memikirkan how to beat the competitor, bagaimana caranya menghancurkan kompetitor, supaya bisa menjadi pemain tunggal, monopoly!
Kenapa..?? Karena mereka merasa bisnis ini punya mereka, harta / kepemilikan memunculkan keserakahan.

Coba seandainya cara berpikirnya dibalik bahwa bisnis ini punya Tuhan dan kita hanya sebagai pengelola, cuma dititipi saja oleh Tuhan. Sama seperti anak yang kita miliki saat ini adalah titipan dari Tuhan untuk dirawat dan dibesarkan, demikian pula bisnis juga begitu.
Kalau sudah begitu, maka bisa legowo, pikiran jadi lebih tenang, hati lebih tentram..
Tidak lagi berpikir bagaimana cara menghancurkan kompetitor tapi menggandeng mereka, “apalagi yang bisa kita kolaborasikan, Bro..” Kira-kira begitu!

Kembali ke cerita awal:
Anak tidak mau melanjutkan bisnis? Ya ngga apa-apa dong.
Serahkan saja kepada para profesional, anak-anak jadi pemegang saham saja, sambil sekali-sekali main ke kantor untuk random check, tidak perlu 100% nyemplung di operasional sehari-hari.
Apakah bisa? Ya BISA.. Makanya yukk kita ngopi utk diskusi lebih lanjut.. 😊

Strategi Manjur No. 1

Salah satu strategi bisnis yang manjur adalah dengan melakukan subsidi silang, supaya orang mau mencoba menggunakan produk kita. Jangan diberikan gratis, karena akan menciptakan persepsi bahwa produk Anda adalah murahan. Cara paling sederhana untuk mengerti strategi ini adalah melihat foto di atas.

Ini pengalaman pribadi, tahun lalu saya membeli printer ini seharga Rp. 365,000,- yang kemudian baru saya tahu harga tintanya sepasang adl Rp. 349,000,- Printer tentu hanya beli 1x, namun tinta pasti beli berkali-kali. Nah tinta inilah yang marginnya super gede, mungkin 500-1000%. 😁😁

Atau kalau Anda langganan TV berbayar, First Media misalnya, sering ada tuh paket setahun diskon 50%, tapi berlaku tahun pertama saja, tahun berikutnya harganya kembali ke harga List Price. Anda mau putus langganan? Tapi sudah nyaman.. Akhirnya Anda putuskan untuk melanjutkan bukan?
Karena toh promonya juga dikunci khusus utk pelanggan baru. Jadi biarpun Anda mencoba menggunakan strategi putus kontrak dulu, untuk kemudian berlangganan lagi, menjadi tidak bisa karena Nama dan Alamat Anda sudah terdaftar di sistem First Media.

Ingin diskusi lebih lanjut? Ayuukk.. Ayuukk..

Oleh:
Arief Lestadi, NAS Consulting & Research

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menjadi ‘cukup jago’ dalam suatu hal?

Kamu mungkin sudah mengenal kurva di atas. Kurva belajar (atau learning curve) menunjukkan grafik pertumbuhan performa (atau level keahlian) yang kamu dapatkan dalam satu periode.

Kurva belajar ternyata tidak sesimpel grafik linear, di mana kemampuanmu akan bertambah dengan konstan seiring perjalanan waktu. Kenyataannya, ada beberapa fase yang dilalui seseorang saat mempelajari sesuatu.

Fase awal belajar akan terasa sangat lama dan berat. Ini adalah fase di mana kamu harus menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru. Fase berikutnya, kamu akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Terakhir, ada satu titik di mana pertumbuhan kemampuanmu akan terasa sangat panjang.

Di tengah dua fase terakhir ini, ada satu titik kritis yang bisa kita sebut sebagai titik optimal. Titik ini adalah fase di mana kita bisa menganggap diri kita “cukup jago”.

Untuk mencapai titik ini, penulis Josh Kaufman dalam sebuah sesi TED Talk mengatakan bahwa kita hanya membutuhkan waktu sekitar 20 jam, atau sekitar 45 menit selama satu bulan lamanya. Menurut Kaufman, waktu dua puluh jam adalah waktu yang umumnya diperlukan tiap orang untuk mempelajari apa pun. Tidak semua orang perlu dan punya cukup waktu menjadi ahli terhadap suatu bidang keahlian.

Untuk kamu yang ingin belajar sesuatu yang baru, mulai dari belajar bermain ukulele, mengendarai mobil, bermain catur, atau hal-hal yang berhubungan dengan skill profesional, seperti membuat situs web, ataupun membuat infografik, perlu diingat bahwa tidak mungkin untuk menjadi ahli sesuatu dalam satu malam. Tapi jika kamu mau sedikit berusaha, kamu bisa menjadi ”cukup jago” dalam waktu yang relatif singkat.

Seperti kata perusahaan sebelah, mulai aja dulu!

(sumber: techinasia.com)

Mancakrida, Outbound, Team Building

Pengertian
Mancakrida
 (bahasa InggrisOutbound) adalah bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif. Dimensi alam sebagai objek pendidikan bisa menjadi laboratorium sesungguhnya dan tempat bermain yang mengasyikan dengan berbagai metodenya.

Sejarah
Ide pendidikan inovatif ini dikreasikan oleh Kurt Hahn, seseorang berkebangsaan Jerman.

Tujuan

  1. Mengetahui dan memahami adanya “individual differences” yaitu tiap individu adalah unik.
  2. Mampu melakukan penilaian pada diri sendiri “Self Assessment” bahwa kekuatan diri ada pada tangan kita sendiri dan pada pilihan- pilihan kita.
  3. Meningkatkan kepekaan “Self Awareness” terhadap orang lain.
  4. Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko “Risk Taking Behavior”.
  5. Meningkatkan ketrampilan komunikasi.
  6. Mampu membuat perencanaan dengan pertimbangan risiko dan konsekuensinya.
  7. Mampu membentuk tim yang efektif / kekompakan.
  8. Meningkatkankemampuan kepemimpinan.
  9. Menumbuhkan sikap ksatria dan sportif.

Tahukah Anda?
Bahwa SeriouzFun, divisi experiential learning organizer dari NAS Consulting & Research bisa membantu Anda untuk merencanakan event, kegiatan untuk outing, outbound, outward boundteam building​ atau mancakrida yang khusus disesuaikan dengan jumlah personil, tantangan yang dihadapi, dan lokasi yang diinginkan. KONSULTASI GRATIS dengan menghubungi whatsapp 0812-8415-9855.

Berikut adalah salah satu program team building yang telah kita lakukan untuk PT Dexa Medica.